Laman

Jumat, 30 November 2012

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN HIJAU



Lingkungan Hijau berawal dari tong sampah. Mendengar istilah lingkungan hijau, apa sih yang kita bayangkan tentang lingkungan yang hijau? Sejuk? Sudah pasti! Sadar atau tidak sadar, lingkungan yang hijau bisa membawa dampak positif bagi kehidupan kita, misalnya dengan lingkungan yang hijau, maka udara akan bersih dan dipenuhi Oksigen sehingga kita akan bisa berfikir lebih positif. Dengan lingkungan yang segar akan jauh dari penyakit. Lalu apa sih yang sudah kamu lakukan untuk menghijaukan ligkungan? Sering kali kita khawatir dengan masalah Global Warming karena berkurangnya lahan hijau di dunia. Tapi pernah kah sesuatu kita lakukan untuk mengatasi kekhawatiran itu? Mungkin sebagian besar orang akan menjawab sudah, dengan menanam pohon. ternyata arti penghijauan bukan itu saja, lingkungan hijau kini luas maknanya. 2 tahun belakangan ini, Kementrian Lingkungan Hidup mencanangkan program sekolah Adiwiyata. Apa sih Adiwiyata itu?
Adiwiyata adalah program andalan yang di luncurkan oleh pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup demi mendorong terwujudnya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam rangka menghindari dampak lingkungan yang negatif program ini sangat di harapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam seluruh kegiatan menuju lingkungan yang sehat. Demi Terwujudnya Program Adiwiyata ini Kementrian Negara Lingkungan Hidup berkejasam dengan seluruh stakeholder dengan harapan mengajak seluruh warga sekolah.Kita tahu, di zaman sekarang ini para pelajar sangat sulit memperhatikan lingkungannya sendiri. Banyaknya pelajar yang tidak peduli terhadap lingkungan ini berdampak sangat besar bagi kesejahteraan lingkungan hidup. Efeknya bisa mencakup wilayah yang sangat luas. Oleh karena itu program Adiwiyata ini sangatlah berpotensi untuk menjadikan lingkungan di tiap sekolah akan menjadi hijau. Bayangkan jika setiap sekolah berhasil melaksanakan program Adiwiyata ini, kiranya ada ribuan sekolah di Indonesia. Indonesia akan kaya dengan oksigen, kita bisa mengurangi dampak global warming yang kini terjadi pada bumi kita. Apa salahnya kita melakukan 3M(Menanam, Memelihara, Merawat)? Kita akan membantu menjaga udara segar untuk regenerasi kita selanjutnya.
Pertama, menanam. Tidak perlu tanaman yang mahal. Yang penting efeknya bagus. Jika kita tidak ingin merogoh kocek, kita bisa mengembangkan program cangkok. Kita bisa mencangkok tanaman yang ada di sekitar kita. Tidak semua tanaman tentunya. Tanaman yang akan di cangkok adalah tanaman yang memiliki pada batangnya. Misalnya pohon mangga, pohon jambu, pohon jambu, pohon belimbing. Selain kita mendapatkan kehijauan dari daun-daunnya, kita bisa memanfaatkan buah dari pohon tersebut. Peralatan yang digunakan tidaklah harus peralatan modern dengan harga yang mahal, tapi cukup dengan peralatan yang sederhana. Pisau okulasi sebenarnya sangat cocok untuk pekerjaan menyayat kulit dahan, tetapi apabila pisau ini dianggap mahal, dapat menggunakan pisau biasa asalkan cukup tajam. Ketajaman pisau dapat mempengaruhi kualitas hasil kerataan sehingga akan mempermudah pertumbuhan akarnya. Alat lain yang dipergunakan adalah gunting pangkas yang digunakan untuk menggunting dahan atau ranting-ranting daun. Jika tidak ada gunting bisa digunakan sabit atau pisau. Dari segi waktu, cara mencangkok ini cukup ekonomis. Iklim yang tepat untuk metode ini adalah ketika musim penghujan, karena pada musim kemarau menyebabkan tanah menjadi kering dan mengeras. Tanah yang kering dan keras tidak baik bagi pertumbuhan akar cangkok. Cangkokan akan sukar berakar dan akar yang sudah ada akan mati. Cukup mudah kan?
Kedua, memelihara. Memelihara bukanlah hal yang sulit. Kita cukup memberikan air secara rutin pagi dan sore hari. Berilah pupuk secukupnya. Proses ini sangatlah penting. Jika kekurangan air, maka tanaman akan mengalami kekeringan. Sebaliknya, jika tanaman kelebihan air, maka tanaman akan mengalami pembusukan. Kita harus cermat, kapan kita member pupuk, kapan kita member air. Serbuk kayu merupakan media yang pas untuk proses pemeliharaan tanaman di samping pupuk dan air. Pemeliharaan tanaman khususnya pohon bisa di lakukan sampai tanaman berusia 2 tahun. Umumnya pohon diatas usia 2 tahun sudah bisa hidup mandiri dari alam.
Ketiga, merawat. Rawatlah dengan cinta. Seperti seorang bayi yang baru lahir, tanpa daya dan kemandirian. Bayi itu coba kita rawat sebentar hingga bisa berbicara dan bisa makan makanan lunak. Kemudian bayi tersebut dilepas di lingkungan dimana makanan harus diusahakan sendiri, minuman harus diraih sendiri dan perlindungan pada tubuh perlu dipenuhi. Bisakah bayi itu bertahan hidup lama tanpa ada yang merenggut dan merawatnya di tempat yang cocok baginya? Merawat sama pentingnya dengan menanam. Maka setelah menanam hendaknya dilakukan penjagaan terhadap gulma, semak, alang - alang, hama, kebakaran, tangan manusia dan gangguan lain agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Rawatlah dari tangan-tangan jahil manusia, beri selogan pada pohon jika perlu “jangan sakiti aku, aku hidup demi masa depanmu”.
Setelah kita melakukan kegiatan 3M. Maka kita adalah termasuk orang yang peduli terhadap regenerasi kita selanjutnya. Atau kalian masih merasa kegiatan 3M masih sulit untuk di lakukan karena lahan terbatas, atau karena kembali pada masalah biaya. Tenang, ada cara kedua untuk mendukung kegiatan Adiwiyata. Kalian ngerasa nggak kalo pemuda jaman sekarang sulit untuk membuang sampah pada tempatnya? Jangankan pemuda, generasi yang lebih tua bahkan kadang acuh dengan sampah yang ada di jalan-jalan raya. Memang, masalah itu harusnya di tangani oleh pemerintah setempat. Namun apa salahnya kita ikut berpartisipasi di dalamnya? Langkah ini cukup enggan dilakukan oleh bagi sebagian orang. Kita hanya cukup membuang sampah pada tempatnya. Mungkin ada orang yang ingin berperilaku tersebut, namun keinginannya terhenti karena rasa malu untuk memungut sampah yang ada di jalan. Ironis, orang yang ingin melakukan kebaikan justru di anggap hal yang lain oleh sebagian orang yang membuat pelaku mengundurkan keinginannya tersebut. Kita harusnya sadar, betapa banyaknya sampah yang tidak terurus di kota ini. Dalam upaya memudahkan masyarakat dalam proses pembuangan sampah. Pemerintah melakukan pengelompokkan sampah. Yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Namun bagi sebagian orang belum mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik. Masih banyaknya terlihat orang asal memasukkan sampah ke tempat sampah. Tak peduli bahwa di tempat sampah tersebut sudah ada tulisan keterangan sampah organik dan anorganik. Cara membedakan nya sangatlah mudah. Untuk memperjelasnya, kita akan uraikan satu persatu.
Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik. Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah.Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:


  1.  Mengurangi, sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. 
  2.  Menggunakan kembali, sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang 
  3. Mendaur ulang, sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.    Mengganti, teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Yang kedua, Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. Maka dari itu, kita perlu prihatin kepada produk makanan yang menggunakan kaleng atau plastik sebagai kemasannya. Perlu di ketahui, plastik hanya dapat terurai selama 200 tahun. Bayangkan berapa ton sampah plastik yang di hasilkan setiap harinya di bumi ini. Mau di bawa kemana semua sampah yang sukar di uraikan tersebut? Di buang ke luar angkasa? Yang perlu kita lakukan adalah mengurangi. Dengan cara mendaur ulang sampah plastik. Kita bisa membuat berbagai macam karya seni dengan menggunakan sampah yang sudah tidak terpakai. Misalnya tas dari bekas bungkus kemasan deterjen dan lain lain. Contoh sampah dari sampah anorganik adalah: potongan-potongan / pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecahan-pecahan gelas, tulang-belulang, kaleng bekas, botol bekas, bahkan kertas, dan lain-lain. Sampah jenis ini, melihat fisiknya keras maka baik untuk peninggian tanah rendah atau dapat pula untuk memperluas jalan setapak. Tetapi bila rajin mengusahakannya sampah dari logam dapat kembali dilebur untuk dijadikan barang yang berguna, batu-batuan untuk mengurug tanah yang rendah atau memperkeras jalan setapak, pecahan gelas dapat dilebur kembali dan dijadikan barang-barang berguna, dan tulang-belulang bila dihaluskan (dan diproses) dapat unutk pupuk dan lain-lain. Dampak negatif dari sampah anorganik adalah menurunnya kualitas lingkungan, menurunnya estetika lingkungan, serta timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata.
Jadi kalian tentu sudah tahu kan cara membedakan sampah organik dan anorganik? Sekarang mau alasan apa lagi untuk tidak menjaga lingkungan hidup kita? Usaha yang selanjutnya adalah melakukan program bank sampah. Program ini memiliki tujuan yang sama. Masyarakat perlu mengumpulkan sampah-sampah plastik yang kemudian di kumpulkan di suatu tempat untuk di tukarkan dengan uang. Tehnik ini di dukung dengan adanya buku tabungan. Prosesnya sama seperti kita menabung di bank. Kita kumpulkan berapa sampah yang akan di setor. Lalu akan di berikan harga oleh pihak bank sampah tersebut. Menguntungkan bukan?


Di sekolah, guru juga perlu ikut berpartisipasi mendorong muridnya dalam melakukan program Adiwiyata tersebut. Seperti salah satu guru di SMAN 4 TANGERANG, bu Titi Lindianingrum. Beliau telah mencangangkan program 1 juta pohon. Beliau menyuruh siswa siswi nya untuk melakukan penanaman pohon secara berkelompok maupun individu. Kita harus mendukung program beliau, karena dengan menanam pohon itu kita bisa mendapatkan seikat kehidupan sekaligus bisa mendapatkan nilai tambahan dari beliau. Saya rasa jika seluruh guru di setiap sekolah melakukan program yang sama, betapa rindang nya kota ini. Indonesia terutama tangerang akan menjadi kota yang hijau. Kita tahu Tangerang merupakan kota industri, jadi banyaknya pabrik membuat pencemaran udara dimana-mana. Cara mengurangi polusi tersebut ya dengan cara menanam pohon di sekeliling kita.
Bumi yang kita tempati pada hari ini bukan merupakan peninggalan nenek moyang kita. Melainkan warisan anak cucu kita nanti kelak. Percaya atau tidak percaya, bahkan udara segar mungkin nanti akan sulit di dapatkan pada tahun 2050-an. Indonesia yang kini Negara berkembang, terbukti semakin banyak gedung-gedung di bangun di lahan yang harusnya jadi lahan penghijauan. Apalagi di eropa? Di Negara maju justru lahan hijau sudah sulit untuk di temukan. Global Warming juga terjadi karena efek rumah kaca. Yang di maksud rumah kaca disini adalah gedung-gedung itu tadi. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorpsinya. Hal seperti Global Warming seharusnya menjadi motivasi kita untuk memelihara bumi lebih baik lagi. Pemakaian BBM sudah di optimalkan dengan pemakaian bahan bakar gas. Namun hal itu belum cukup tentunya. Kita bisa mengurangi penggunaan sepeda motor atau kendaraan mobil lainnya. Bersepeda adalah cara yang sangat efektif. Di Tangerang, pemerintah sudah mengadakan kegiatan rutin car free day yaitu kegiatan dimana kendaraan selain sepeda dilarang beroprasi selama beberapa jam. Nah maka dari itu beberapa usaha yang sudah saya jelaskan tadi sangatlah berpengaruh terhadap keseimbangan lingkungan. Program-program seperti itu harus di tingkatkan kinerjanya agar lingkungan kita tetap asri dan hijau. GO GREEN!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar